Minggu, 07 Juli 2013

Abu Nawas diusir dari Kota

Diposting oleh BilaCila di 00.23

Suatu malam, Baginda Raja Harun Al Rasyid mengalami mimpi yang sangat aneh. Dalam mimpinya, beliau bertemu seorang lelaki tua berjubah putih. Lelaki itu berkata bahwa negeri akan ditimpa bencana jika Abu Nawas masih tinggal di sana. Karena itulah, Abu Nawas harus diusir.





Keesokan harinya, Baginda segera memanggil Abu Nawas ke istana.

"Abu Nawas," kata Baginda, "tadi malam aku bermimpi bertemu seorang lelaki tua berjubah putih. Ia berkata bahwa negeri ini akan tertimpa musibah jika kau tetap tinggal di sini. Karena itu, kau harus meninggalkan negeri ini."

Abu Nawas hanya bisa terdiam. Namun ternyata perintah Baginda belum selesai.

"Dan ingat," lanjut Baginda, "jika suatu hari kau ingin kembali, kau tidak boleh berjalan kaki, berlari, merangkak, melompat-lompat, ataupun menunggang keledai atau hewan tunggangan lainnya."

Mau tidak mau, Abu Nawas harus mematuhi perintah tersebut.





Dengan bekal seadanya, ia meninggalkan rumah dan istrinya. Sang istri hanya bisa melepas kepergiannya dengan air mata yang terus mengalir. Abu Nawas sendiri berusaha tetap tegar. Ia yakin bahwa Allah SWT pasti akan menunjukkan jalan keluar dari kesulitannya.





Hari demi hari berlalu. Abu Nawas hidup di negeri orang. Namun semakin lama, rasa rindunya kepada kampung halaman semakin besar. Ia merindukan rumahnya, para sahabatnya, dan kehidupan yang pernah ia jalani.

Berbagai cara ia pikirkan agar bisa kembali tanpa melanggar perintah Baginda.

"Bagaimana caranya aku pulang?" pikirnya.

Ia sempat membayangkan meminta seseorang menggendongnya pulang. Namun hal itu tentu mustahil dilakukan dalam perjalanan sejauh itu. Akhirnya ia terus memutar otak mencari jalan keluar.





Pada hari ke-19, tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya.

"Wah, ini dia!" serunya gembira.

Setelah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, Abu Nawas segera berangkat menuju negerinya tercinta.

Kabar kepulangannya menyebar dengan cepat. Seluruh rakyat menyambut berita itu dengan penuh kegembiraan karena mereka sangat menyayangi Abu Nawas.

Berita tersebut akhirnya sampai juga ke telinga Baginda Harun Al Rasyid.

Baginda pun senang mendengarnya, tetapi karena alasan yang berbeda. Beliau yakin kali ini Abu Nawas pasti telah melanggar aturan dan bisa dihukum.





Dengan penuh rasa penasaran, Baginda menunggu kedatangan Abu Nawas.

Namun ketika Abu Nawas tiba, Baginda langsung terkejut.

Ternyata Abu Nawas memang kembali bersama seekor keledai. Akan tetapi, ia tidak menungganginya. Abu Nawas justru bergelantungan di bawah perut keledai sambil berpegangan erat.

Melihat itu, rakyat tertawa terbahak-bahak.

Baginda hanya bisa menggelengkan kepala.

Abu Nawas tidak berjalan kaki. Ia juga tidak berlari, merangkak, atau melompat. Yang lebih penting lagi, ia tidak menunggang keledai sebagaimana yang dilarang.

Karena tidak ada satu pun aturan yang dilanggarnya, Baginda tidak bisa menghukumnya.

Akhirnya Abu Nawas diperbolehkan tinggal kembali di negerinya. Seperti biasa, kecerdikannya berhasil membuat Baginda tak berkutik.




Pesan moral: Jangan mudah menyerah ketika menghadapi masalah. Dengan berpikir tenang dan kreatif, sering kali kita dapat menemukan jalan keluar yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tutorial Seru Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting