Sinopsis
Di era Jepang zaman Taisho, hiduplah seorang remaja baik hati bernama Tanjiro Kamado yang mencari nafkah dengan menjual arang di pegunungan. Hidupnya berubah menjadi mimpi buruk ketika keluarganya dibantai oleh iblis haus darah. Hanya adiknya, Nezuko, yang selamat — namun ia berubah menjadi iblis.
Meski begitu, Nezuko tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya dan melindungi kakaknya. Demi mencari cara mengembalikan Nezuko menjadi manusia dan membalas kematian keluarganya, Tanjiro bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis, sebuah organisasi rahasia yang memburu iblis di seluruh Jepang.
Dalam perjalanannya, Tanjiro menghadapi berbagai iblis mengerikan, ahli teknik pedang Pernapasan Air, dan bertemu teman-teman unik seperti Zenitsu yang penakut namun kuat, serta Inosuke yang pembohong dan keras kepala. Mereka juga bertarung bersama para Hashira, pendekar pedang terkuat Korps Pembasmi Iblis.
Di balik semua teror itu, terdapat sosok iblis paling kuat dan kejam, Muzan Kibutsuji, dalang dari diciptakannya para iblis. Pertarungan Tanjiro bukan hanya soal balas dendam, tetapi juga tentang keluarga, pengorbanan, persahabatan, dan harapan di tengah kegelapan.
Karakter Utama
Tanjiro Kamado
Tanjiro Kamado adalah sosok kakak yang hangat, sabar, dan punya hati selembut salju pegunungan tempat ia dibesarkan. Wajahnya selalu memancarkan ketulusan, bahkan saat hidup memberinya luka yang begitu dalam. Meski harus memikul beban besar setelah keluarganya dibantai iblis, Tanjiro tidak berubah menjadi penuh kebencian. Justru rasa sayang kepada adiknya menjadi sumber kekuatan. Dengan anting hanafuda khasnya dan pedang nichirin di tangan, Tanjiro bertarung bukan hanya untuk mengalahkan iblis, tetapi juga untuk melindungi siapa pun yang masih bisa diselamatkan.
Nezuko Kamado
Nezuko Kamado hadir sebagai sosok yang unik dan menyentuh hati. Setelah berubah menjadi iblis, dia tidak kehilangan rasa sayang kepada sang kakak. Nezuko lebih sering diam, dengan bambu kecil tergigit di mulut, tetapi ekspresi matanya mampu menyampaikan banyak perasaan — lembut, sedih, sekaligus penuh keberanian. Di balik kemunculannya yang manis dan imut, tersimpan kekuatan luar biasa yang muncul saat orang yang ia sayangi berada dalam bahaya. Hubungan Tanjiro dan Nezuko menjadi kisah inti emosional Demon Slayer: ikatan kakak-adik yang tetap kuat bahkan ketika dunia mencoba memisahkan mereka.
Para Hashira
Giyu Tomioka — Hashira Udara
Giyu adalah sosok pendiam, tenang, dan terkesan dingin. Ia jarang menunjukkan emosi sehingga sering dianggap sulit didekati. Namun di balik sikapnya, Giyu sebenarnya sangat peduli pada orang lain dan selalu bertindak berdasarkan rasa tanggung jawab yang besar. Gaya pertarungannya elegan dan tenang seperti aliran air.
Kyojuro Rengoku — Hashira Api
Rengoku memiliki semangat yang menyala-nyala seperti api. Ia selalu berbicara lantang, penuh energi, dan sangat optimis. Meski terlihat ceria, Rengoku adalah pejuang yang disiplin dan rela mengorbankan dirinya demi melindungi orang lain. Kehadirannya memberi semangat bagi siapa pun di sekitarnya.
Shinobu Kocho — Hashira Serangga
Shinobu tampil lembut dengan senyum manis yang hampir selalu menghiasi wajahnya. Namun dibalik kelembutannya, tersimpan kemarahan yang mendalam terhadap iblis. Karena tubuhnya tidak cukup kuat untuk memenggal kepala iblis, ia menggunakan racun wisteria dalam pertarungannya. Shinobu cerdas, anggun, tetapi juga menyimpan luka batin.
Tengen Uzui — Hashira Suara
Tengen adalah sosok flamboyan yang suka hal-hal “mencolok”. Penampilannya glamor, percaya diri, dan penuh gaya. Meski terlihat santai dan narsis, ia sebenarnya sangat peduli pada rekan-rekannya. Sebagai mantan shinobi, Tengen memiliki kemampuan bertarung cepat dan eksplosif.
Mitsuri Kanroji — Hashira Cinta
Mitsuri dikenal ramah, ceria, dan penuh kasih sayang. Ia mudah kagum pada orang lain dan sering terlihat malu-malu. Dibalik kepribadiannya yang manis, Mitsuri memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Teknik pertarungannya lincah dan indah seperti menari.
Muichiro Tokito — Hashira Kabut
Muichiro tampak seperti anak muda yang selalu melamun. Ia sering lupa banyak hal dan terlihat tidak peduli dengan sekitarnya. Namun ketika bertarung, bakatnya benar-benar mengerikan. Muichiro adalah seorang pedang jenius dengan gerakan cepat kabut yang sulit ditebak.
Gyomei Himejima — Hashira Batu
Gyomei adalah Hashira tertinggi dan terkuat secara fisik. Penampilannya besar dan menakutkan, tetapi hatinya sangat lembut. Ia sering berdoa dan mudah menangkap emosinya. Meski begitu, kemampuan bertarungnya luar biasa dan dihormati oleh semua Hashira lainnya.
Sanemi Shinazugawa — Hashira Angin
Sanemi memiliki sifat kasar, emosional, dan mudah marah. Tubuhnya dipenuhi luka yang membuat penampilan semakin garang. Ia sangat membenci iblis karena masa lalunya yang tragis. Namun di balik sikap kerasnya, Sanemi sebenarnya sangat melindungi orang-orang yang ia sayangi.
Obanai Iguro — Hashira Ular
Obanai adalah sosok yang serius dan sempurna. Ia jarang tersenyum dan selalu mematuhi aturan Korps Pembasmi Iblis. Dengan ular putih kecil yang selalu melilit tubuhnya, Obanai terlihat misterius dan mengintimidasi. Meski keras, ia memiliki sisi perhatian, terutama kepada Mitsuri.
Karakter Lain
Zenitsu Agatsuma
Zenitsu adalah pemuda yang penakut, heboh, dan sering panik berlebihan. Sedikit-sedikit ia bisa berteriak histeris karena takut menghadapi iblis. Namun lucunya, saat pingsan atau tertidur karena ketakutan, kemampuan bertarungnya justru muncul dengan luar biasa. Teknik Peranan Petir miliknya sangat cepat seperti kilat. Meski sering terlihat konyol, Zenitsu sebenarnya punya hati yang baik dan sangat setia kepada teman-temannya.
Inosuke Hashibira
Inosuke dikenal melalui topeng kepala babi hutan yang selalu ia pakai. Sifatnya pembohong, keras kepala, dan suka menantang siapa saja yang bertarung. Ia dibesarkan di pegunungan sehingga tingkah lakunya terkadang seperti binatang pembohong. Meski sering bertindak gegabah dan suka berteriak, Inosuke perlahan belajar tentang persahabatan dan kepedulian setelah bertemu Tanjiro dan Zenitsu. Gaya pertarungannya brutal, cepat, dan penuh insting.
Kanao Tsuyuri
Kanao adalah gadis pendiam dan tenang yang awalnya sulit mengekspresikan perasaannya. Karena masa lalunya yang kelam, ia terbiasa mengambil keputusan hidup dengan melempar koin. Meski terlihat lembut, kemampuan pedangnya sangat hebat. Seiring waktu, kehadiran Tanjiro perlahan membantu Kanao memahami perasaannya sendiri dan membuka hatinya kepada orang lain.
Genya Shinazugawa
Genya memiliki sifat kasar dan mudah marah ketika pertama kali muncul. Penampilannya juga terlihat sangar dengan bekas luka di wajahnya. Namun sebenarnya ia menyimpan rasa rendah diri dan penyesalan yang mendalam. Berbeda dengan pembasmi iblis lainnya, Genya tidak menggunakan teknik pernapasan, melainkan memperoleh kekuatan sementara dengan memakan bagian tubuh iblis. Ia adalah sosok pekerja keras yang diam-diam diakui.
Aoi Kanzaki
Aoi bekerja di Mansion Kupu-Kupu dan membantu merawat para pembasmi iblis yang terluka. Ia cerewet dan sering terlihat galak, terutama kepada Tanjiro dan teman-temannya yang sempit. Namun sebenarnya Aoi sangat perhatian dan peduli pada keselamatan orang lain. Sikap tegasnya justru membuat suasana kelompok menjadi lebih teratur.
Murata
Murata adalah anggota Korps Pembasmi Iblis biasa yang sering muncul di berbagai misi besar. Ia tidak menentang Hashira, tetapi dikenal sebagai orang yang cukup berani dan setia membantu rekan-rekannya. Kehadirannya sering memberi nuansa lucu karena reaksinya yang “normal” di tengah kekacauan para karakter lain.
Para Pelayan Cilik di Kediaman Kupu-Kupu
Naho Takada
Naho adalah gadis kecil ceria yang penuh semangat. Ia sering membantu merawat para pembasmi iblis yang terluka dengan sikap ramah dan energik. Naho cukup aktif dan sering menjadi yang paling ekspresif di antara ketiganya.
Kiyo Terauchi
Kiyo memiliki sifat lembut dan penurut. Ia terlihat manis serta selalu berusaha membantu dengan serius, meski terkadang mudah gugup. Kiyo sering mengikuti instruksi dengan sangat disiplin.
Sumi Nakahara
Sumi adalah yang paling pemalu di antara para pelayan cilik. Suaranya kecil dan gerak-geriknya sering terlihat gugup, tetapi ia sangat baik hati. Meski malu-malu, Sumi tetap bekerja keras membantu penghuni Kediaman Kupu-Kupu.
Gadis kecil ketiga ini sering menemani Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke selama masa pemulihan mereka. Kehadiran mereka membuat suasana Kediaman Kupu-Kupu terasa hangat, lucu, dan penuh keceriaan di tengah kerasnya pertarungan melawan iblis.
Sakonji Urokodaki.
Urokodaki adalah mantan Hashira Air yang hidup menyendiri di kaki gunung. Ia selalu memakai topeng tengu merah yang membuat penampilannya terlihat misterius dan tegas. Meski tampak keras, sebenarnya ia memiliki hati yang sangat lembut dan penuh perhatian kepada murid-muridnya.
Saat pertama kali bertemu Tanjiro dan Nezuko, Urokodaki melihat sesuatu yang berbeda pada mereka — terutama karena Nezuko, meskipun telah berubah menjadi iblis, masih melindungi manusia dan tidak menyerang kakaknya. Karena itulah ia memutuskan membantu mereka.
Urokodaki kemudian melatih Tanjiro dengan latihan super keras untuk menjadi pembasmi iblis. Dari gurunya inilah Tanjiro mempelajari dasar teknik Pernapasan Udara, ketahanan fisik, dan arti keberanian sejati. Walaupun sering berbicara tegas, Urokodaki sebenarnya sangat menyayangi murid-muridnya seperti keluarga sendiri.
Sabito
Sabito adalah murid berbakat Sakonji Urokodaki yang memakai topeng rubah bercorak luka di wajahnya. Ia memiliki sifat tegas, serius, dan sangat kuat dalam menggunakan teknik pedang. Meski terlihat keras saat melatih Tanjiro, sebenarnya Sabito ingin Tanjiro menjadi lebih kuat agar mampu bertahan hidup. Keberanian dan pengorbanannya meninggalkan kesan mendalam bagi Tanjiro.
Makomo
Makomo adalah gadis lembut dengan topeng rubah bermotif bunga. Ia berbicara halus, tenang, dan penuh perhatian. Berbeda dengan Sabito yang keras, Makomo membantu Tanjiro dengan cara yang lebih lembut dan menenangkan. Ia sangat memahami teknik Peranasan Air dan memberikan banyak nasihat penting kepada Tanjiro selama latihan.
Hotaru Haganezuka
Hotaru Haganezuka adalah penempa pedang Nichirin milik Tanjiro. Ia dikenal eksentrik, keras kepala, dan sangat terobsesi pada pedang buatannya. Hotaru sering marah besar jika pedang rusak atau patah, bahkan sampai mengejar Tanjiro sambil membawa pisau dapur.
Meski tingkahnya lucu dan temperamental, kemampuan menempa pedangnya luar biasa. Ia sangat serius terhadap pekerjaannya dan menganggap pedang sebagai karya berharga yang harus dihormati. Di balik topeng hyottoko khasnya, Haganezuka sebenarnya sangat menyelamatkan dan bangga membantu para pembasmi iblis.
Tamayo
Tamayo adalah iblis cantik dan anggun yang berhasil melepaskan diri dari kendali serta kutukan Muzan Kibutsuji. Berbeda dari iblis lain, Tamayo memilih hidup damai dan menggunakan pengetahuannya di bidang medis untuk membantu manusia. Ia berbicara lembut, tenang, dan penuh kecerdasan, tetapi menyimpan kebencian yang mendalam terhadap Muzan karena masa lalunya yang tragis. Tamayo juga menjadi salah satu sosok penting yang membantu Tanjiro mencari cara mengembalikan Nezuko menjadi manusia.
Yushiro
Yushiro adalah pengikut sekaligus pendamping setia Tamayo. Ia memiliki sifat dingin, mudah kesal, dan sering kebijaksanaan kasar kepada orang lain — kecuali kepada Tamayo yang sangat ia hormati dan kagumi. Yushiro sangat protektif terhadap Tamayo dan rela melakukan apa saja demi melindunginya. Meski terlihat galak, ia sebenarnya setia dan peduli pada teman-temannya.
Muzan Kibutsuji
Muzan adalah iblis pertama sekaligus musuh utama dalam Demon Slayer. Penampilannya elegan, tenang, dan karismatik, namun dibalik itu ia sangat kejam dan manipulatif. Ia bisa berubah wujud dan menyamar dengan mudah untuk berbaur di tengah manusia. Muzan sangat terobsesi menjadi makhluk sempurna dan tidak segan membunuh siapa pun yang dianggap gagal atau lemah. Kehadirannya saja sudah membuat para iblis lain ketakutan.
Dua Belas Kizuki — Anak Buah Terkuat Muzan
Kokushibo — Bulan Atas 1
Kokushibo adalah iblis terkuat di antara Upper Moon. Penampilannya menyeramkan dengan enam mata di wajahnya. Ia tenang, dingin, dan berbicara penuh wibawa. Sebagai mantan pendekar pedang legendaris, kemampuan bertarungnya sangat mengerikan dan hampir mustahil ditandingi.
Doma — Bulan Atas 2
Doma selalu tersenyum ramah dan terlihat santai, tapi sebenarnya dia tidak memiliki empati sama sekali. Ia menikmati penderitaan orang lain dengan ekspresi ceria yang membuatnya semakin menyeramkan. Doma menggunakan teknik mematikan dan sangat ahli memanipulasi manusia.
Akaza — Bulan Atas 3
Akaza adalah iblis petarung yang sangat melindungi kekuatan. Ia menghormati lawan yang kuat dan membenci orang yang lemah. Meski brutal dalam pertarungan, Akaza memiliki sisi emosional dan masa lalu tragis yang membuat karakternya terasa kompleks.
Hantengu — Bulan Atas 4
Hantengu tampak seperti lelaki tua penakut yang selalu gemetar ketakutan. Namun kekuatan iblisnya memungkinkan emosinya berubah menjadi beberapa wujud berbeda, masing-masing memiliki kemampuan unik dan berbahaya.
Sekido
Sekido adalah salah satu wujud emosi Hantengu yang mewakili kemarahan. Ia memiliki wajah garang, mata tajam, dan sifat mudah marah. Sekido selalu berbicara dengan nada tinggi dan penuh ancaman. Senjatanya berupa tongkat petir yang mampu menghasilkan serangan listrik mematikan.
Karaku
Karaku mewakili emosi santai dan kesenangan. Ia terlihat lebih tenang dibandingkan wujud lain, sering tersenyum santai dan berbicara seolah-olah sedang bercanda. Namun di balik sikap santainya, serangannya sangat berbahaya menggunakan kipas raksasa yang menghasilkan hembusan angin kuat.
Aizetsu
Aizetsu adalah wujud kesedihan Hantengu. Ekspresinya murung dan suaranya terdengar putus-putus sepanjang waktu. Ia sering mengeluh sedih bahkan saat bertengkar. Meski begitu, kemampuan tombaknya sangat mematikan dan cepat.
Urogi
Urogi mewakili emosi kegembiraan. Ia memiliki penampilan mirip burung dengan sifat pembohong dan suka tertawa. Urogi menikmati pertarungan seperti permainan dan sering menyerang sambil bercanda. Kemampuannya membuatnya bisa terbang dan menyerang dari udara dengan kecepatan tinggi.
Zohakuten
Zohakuten adalah gabungan emosi kebencian dari wujud-wujud Hantengu lainnya. Penampilannya seperti anak kecil dengan aura yang sangat menyeramkan. Meski terlihat muda, ia sangat dingin, kejam, dan penuh kebencian terhadap siapa pun. Kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan wujud lain dan mampu memanipulasi naga kayu raksasa untuk menyerang musuh.
Gyokko — Bulan Atas 5
Gyokko adalah iblis aneh dengan penampilan menyerupai makhluk laut. Ia menganggap pembunuhan sebagai karya seni dan memiliki kepribadian narsis serta menyeramkan. Tekniknya berhubungan dengan vas dan monster air.
Gyutaro — Bulan Atas 6
Gyutaro memiliki tubuh kurus, wajah menyeramkan, dan sifat penuh kebencian terhadap dunia. Ia sangat protektif kepada adiknya, Daki. Meski kasar dan brutal, hubungan kakak-adiknya menjadi sisi paling manusiawi dari dirinya.
Daki — Bulan Atas 6
Daki tampil cantik dan anggun, sering menyamar sebagai oiran di distrik hiburan. Ia suka meremehkan orang lain dan mudah marah. Meski terlihat sombong, Daki sangat bergantung pada kakaknya, Gyutaro.
Kaigaku — Pengganti Bulan Atas 6
Kaigaku adalah mantan murid pengguna Pernapasan Petir yang kemudian berubah menjadi iblis dan menjadi pengganti Upper Moon 6 setelah kematian Gyutaro dan Daki. Ia memiliki sifat sombong, dingin, dan sangat ambisius. Kaigaku selalu merasa iri pada orang lain yang dianggap lebih berbakat darinya, terutama Zenitsu. Setelah menjadi iblis, kekuatan teknik petirnya berubah menjadi lebih gelap dan mematikan, dipenuhi aura listrik hitam yang menyeramkan.
Nakime — Pengganti Upper Moon 4
Nakime awalnya hanyalah pendukung iblis yang tinggal di Kastel Dimensi Tak Terbatas milik Muzan. Setelah kematian Hantengu, ia diangkat menjadi Upper Moon 4. Nakime dikenal sangat pendiam dan misterius. Ia memainkan biwa untuk mengendalikan ruangan kastel raksasa yang bisa berubah-ubah sesuka hati, membuat musuh terjebak dan kebingungan di dalamnya.
Bulan Terbawah
Enmu — Bulan Bawah 1
Enmu adalah iblis licik yang menikmati melihat manusia tersiksa dalam mimpi buruk mereka. Ia berbicara lembut dan penuh senyum aneh, tetapi sangat sadis. Kekuatannya berhubungan dengan mimpi dan manipulasi tidur.
Rui — Bulan Bawah 5
Rui memiliki wajah anak kecil dan penampilan pucat menyeramkan. Ia Kecanduan dengan konsep keluarga dan memaksa iblis lain bermain peran sebagai keluarganya. Benang-benang tajam miliknya sangat mematikan.
Kyogai
Mantan Lower Moon ini memiliki tubuh dengan drum di seluruh badannya. Ia bisa memutar ke arah ruangan hanya dengan memukul drum tersebut. Kyogai memiliki sifat sensitif dan haus pengakuan.
Susamaru
Susamaru adalah iblis perempuan ceria yang menggunakan pertarungan bola temari raksasa. Tingkahnya terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain, tetapi serangannya sangat mematikan.
Yahaba
Yahaba memiliki mata khusus di telapak tangan yang mampu mengendalikan arah serangan. Ia tenang, percaya diri, dan sering bekerja sama dengan Susamaru.
karakter lain
Yoriichi Tsugikuni
Yoriichi adalah adik kandung Kokushibo sebelum kakaknya berubah menjadi iblis. Ia dikenal sebagai pendekar pedang paling legendaris di dunia Demon Slayer dan pencipta teknik Pernapasan Matahari, teknik pernapasan pertama sekaligus yang terkuat.
Yoriichi memiliki sifat tenang, lembut, dan rendah hati. Meski terlahir dengan bakat luar biasa yang membuatnya hampir tak terkalahkan, ia tidak pernah sombong. Wajahnya selalu terlihat damai, dengan tanda merah khas di dahi dan anting hanafuda yang kemudian diwariskan turun-temurun hingga Tanjiro.
Kehebatan Yoriichi membuat kakaknya, Kokushibo, dipenuhi rasa iri yang perlahan berubah menjadi obsesi dan kebencian. Meski begitu, Yoriichi tetap menyayangi kakaknya sampai akhir hidupnya. Sosoknya menjadi legenda yang bahkan ditakuti oleh Muzan Kibutsuji.
Hotaru Haganezuka
Hotaru Haganezuka adalah penempa pedang Nichirin milik Tanjiro. Ia dikenal eksentrik, keras kepala, dan sangat terobsesi pada pedang buatannya. Hotaru sering marah besar jika pedang rusak atau patah, bahkan sampai mengejar Tanjiro sambil membawa pisau dapur.
Meski tingkahnya lucu dan temperamental, kemampuan menempa pedangnya luar biasa. Ia sangat serius terhadap pekerjaannya dan menganggap pedang sebagai karya berharga yang harus dihormati. Di balik topeng hyottoko khasnya, Haganezuka sebenarnya sangat penyelamatan dan bangga membantu para pembasmi iblis.
Shinjuro Rengoku
Shinjuro Rengoku adalah ayah Kyojuro Rengoku dan mantan Hashira Api. Dulu ia dikenal sebagai pendekar pedang hebat yang kuat dan disegani. Namun setelah kehilangan istrinya, Shinjuro berubah menjadi pemarah, kejam, dan sering tenggelam dalam kesedihan.
Meski terlihat dingin dan keras terhadap anak-anaknya, sebenarnya ia menyimpan rasa sayang yang mendalam kepada keluarganya. Di balik sikapnya yang hancur karena putus asa, Shinjuro tetap memiliki semangat dan kebanggaan sebagai anggota keluarga Rengoku.
Jigoro Kuwajima
Jigoro Kuwajima adalah guru Zenitsu Agatsuma sekaligus mantan Hashira Petir. Ia dijuluki “Hashira Petir Mengaum” karena kemampuan teknik Pernapasan Petirnya yang luar biasa.
Jigoro memiliki sifat keras, tegas, dan disiplin saat melatih murid-muridnya. Meski sering memarahi Zenitsu karena penakut dan kurang percaya diri, sebenarnya ia sangat menyayangi muridnya seperti cucunya sendiri. Di balik wajah galaknya, Jigoro adalah sosok guru yang penuh tanggung jawab dan berharap murid-muridnya bisa menjadi pendekar hebat.
Kanae Kocho
Kanae Kocho adalah kakak dari Shinobu Kocho dan mantan Hashira Bunga. Ia dikenal sebagai sosok yang lembut, anggun, dan selalu tersenyum tenang. Kanae percaya bahwa manusia dan iblis suatu hari bisa saling memahami, sehingga hatinya terpenuhi belas kasih meski hidup di tengah pertarungan melawan iblis.
Dengan rambut panjang hitam bergelombang dan hiasan kupu-kupu khasnya, Kanae memancarkan aura hangat seperti kakak yang menenangkan semua orang di sekitarnya. Namun dibalik kelembutannya, ia tetap menjadi seorang pendekar pedang hebat yang sangat dihormati. Sosok Kanae menjadi inspirasi besar bagi Shinobu dan Kanao.
Kagaya Ubuyashiki — Pemimpin Korps Pembasmi Iblis
Kagaya adalah pemimpin besar Korps Pembasmi Iblis yang dihormati oleh seluruh Hashira. Tubuhnya lemah dan wajahnya dipenuhi kutukan yang perlahan merusaknya, tetapi auranya sangat tenang dan menenangkan. Ia berbicara dengan lembut, penuh kebijaksanaan, dan selalu memperlakukan anggota korps seperti keluarganya sendiri. Meski tidak bertarung secara langsung, Kagaya adalah sosok yang menjadi sumber semangat dan harapan bagi para pembasmi iblis.
Amane Ubuyashiki — Istri Kagaya
Amane adalah istri Kagaya yang selalu setia mendampingi suaminya. Ia tampil anggun, tenang, dan penuh kelembutan. Dengan suara halus dan sikap yang sangat sopan, Amane membantu mengatur urusan Korps Pembasmi Iblis sekaligus merawat Kagaya yang sakit. Kehadirannya memberi ketenangan di tengah dunia yang penuh perjuangan dan penderitaan.
Hinaki Ubuyashiki
Hinaki adalah salah satu putri Kagaya dan Amane. Ia memiliki sifat lembut, tenang, dan sangat sopan. Bersama saudara-saudaranya, Hinaki sering membantu ayahnya melayani para Hashira dengan sikap anggun dan penuh hormat.
Nichika Ubuyashiki
Nichika adalah saudari kembar Hinaki. Kepribadiannya juga kalem dan dewasa untuk usianya. Ia selalu tampil rapi dengan suara lembut yang menenangkan, mencerminkan didikan keluarga Ubuyashiki.
Kanata Ubuyashiki
Kanata memiliki sifat serius dan disiplin. Setelah tragedi besar yang menimpa keluarganya, ia menjadi lebih kuat dan membantu memimpin urusan Korps Pembasmi Iblis bersama saudaranya.
Kiriya Ubuyashiki
Kiriya adalah satu-satunya anak laki-laki Kagaya. Meski masih muda, ia sangat cerdas, tenang, dan memiliki jiwa kepemimpinan seperti ayahnya. Setelah Kagaya tiada, Kiriya mengambil peran sebagai pemimpin Korps Pembasmi Iblis.
Kuina Ubuyashiki
Kuina adalah anak bungsu keluarga Ubuyashiki. Ia memiliki sifat lembut dan pendiam, serta sangat dekat dengan saudara-saudaranya.




















































