Senin, 07 Oktober 2013

Manfaat Lidah Buaya

Diposting oleh BilaCila di 22.44 0 komentar
lidah buaya 


Sebagai tanaman non-toksin, lidah buaya banyak ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Yuk, simak 5 kegunaan dari lidah buaya berikut ini, seperti dikutip Zeenews.com:

1. Mencerahkan kulit

Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kulit. Hanya dengan mengoleskan sedikit gel lidah buaya, Anda bisa mecerahkan kulit Anda dengan sempurna. Ini juga ampuh meringankan sengatan dari matahari. Tak hanya itu, ini juga membantu dalam menyembuhkan lepuh akibat gigitan serangga eczema etcetera.

Bagaimana Cara Memutihkan Kulit Wajah Dengan Masker Lidah Buaya?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJEun5ndBfK2t46VWkvXUMcGYvwIxIvMNbJqZKQGBJAIoexj5E9w1cgOCwHb4ZGXitDa4Zt9vVyczS1liNAau4c6HrpRj-_8QFRPA03mmWhBTe71qr0vtr0w7buNUdgDiDa_A-j7W2kg4Z/s1600/10.jpg 
+ Bahan-bahan
  1. 1 lembar daun lidah buaya
  2. 1 buah jeruk nipis
  3. Air bersih secukupnya

+ Cara membuat dan menggunakan masker
  1. Kupas daun lidah buaya dan ambil dagingnya saja kemudian haluskan dengan blender atau ditumbuk
  2. Peras buah jeruk nipis sampai keluar airnya lalu campurkan dengan lidah buaya yang sudah dihaluskan
  3. Aduk sampai rata kemudian cuci muka anda lalu keringkan
  4. Oleskan masker lidah buaya tersebut pada semua bagian wajah
  5. Tunggu 15 – 30 menit agar khasiatnya meresap ke pori-pori kulit
  6. Bilas dengan air bersih dan keringkan memakai handuk lembut

2. Obat untuk jerawat

Tanaman lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menyembuhkan masalah jerawat. Bila dioleskan pada kulit yang terkena jerawat, lidah buaya bisa menyembuhkan bekas luka dan mengurangi kemerahan. Aloe vera juga bisa diaplikasikan secara langsung ke kulit melalui gel, krim dan lotion untuk menyembuhkan jerawat.

3. Masker Lidah Buaya untuk wajah berminyak

Nah, untuk perawatan kulit berminyak, lidah buaya bisa juga dijadikan sebagai masker wajah.

Berikut resepnya:
  • 1 sendok makan masker lumpur
  • 1 sendok makan jus lidah buaya
  • 1 sendok makan tepung hazel
  • air secukupnya untuk membuat bahan-bahan ini jadi pasta
  • tambahkan 1 tetes essential tea tree oil
  • 1 tetes essential oil lavender
  • 1 tetes essential oil peppermint

Campurkan semua bahan, oleskan dan didiamkan selama 15 menit dan basuh dengan air hangat lalu percikkan air dingin.

Semua orang pasti sudah tidak asing dengan khasiat lidah buaya yang satu ini. Sejak dulu lidah buaya memang dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan rambut. Berikut ini bebeapa diantaranya:

1. Melawan rambut rontok

Lidah buaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang efektif untuk mengobati rambut rontok. Campur ekstrak lidah buaya dengan shampo dan oleskan pada rambut Anda.

2. Kondisioner alami

Aloe vera adalah kondisioner rambut alami yang memiliki efek pendinginan. Anda dapat memijat rambut dan kulit kepala dengan jus lidah buaya untuk mendapatkan hasil terbaik. Diamkan dan bilas dengan shampo.

3. Mencegah kebotakan

Penipisan rambut membuat Anda jadi botak? Anda dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dengan mengoleskan gel atau jus lidah buaya pada kulit kepala Anda secara teratur. Biarkan 10 menit dan bilas dengan shampo.

4. Pelembap alami

Ingin melembapkan rambut dan membuatnya jadi lebih mudah ditata?Gunakan gel atau jus lidah buaya sebagai bahan perawatan rambut Anda. Oleskan gel atau jus lidah buaya pada rambut dan kulit kepala. Tunggu 15 menit dan bilas dengan shampo.

5. Melawan ketombe

Jika Anda menderita ketombe, kulit kepala kering dan gatal, segera gunakan gel atau jus lidah buaya untuk mengobati ketombe secara alami. Oleskan ekstrak lidah buaya pada kulit kepala dan biarkan selama 40-60 menit untuk menyingkirkan ketombe.

1. Membantu menyembuhkan masalah pencernaan

Jus lidah buaya membantu banyak dalam mendetoksifikasi dan meningkatkan proses pencernaan. Jus dan gel aloe vera membantu dalam memerangi sembelit, sindrom iritasi usus, mulas dan iritasi saluran pencernaan lainnya, karena aloe vera merupakan obat pencahar yang baik.

2. Membantu meningkatkan kekebalan tubuh

Tanaman lidah buaya merupakan sumber yang kaya akan vitamin seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, dan E, asam folat, dan Niacin. Jadi, konsumsi lidah buaya setiap hari mampu meningkatkan sistem pertahanan tubuh sehingga melindungi Anda dari segala jenis stres oksidatif.

3. Membantu mengendalikan diabetes

Lidah buaya bila dikonsumsi baik dalam bentuk jus atau gel, berfungsi sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes, karena membantu dalam menjaga kadar gula darah.

Melihat begitu banyak manfaat tanaman lidah buaya ini, sudah sewajarnya jika kita mulai menanam tanaman ini di teras rumah. Selain sebagai tanaman hias, suatu saat bisa digunakan sebagai obat tradisional.

10 Rahasia bibir merah merona

Diposting oleh BilaCila di 22.00 0 komentar
 
Bibir merah merona adalah dambaan setiap wanita. Selain sedap dipandang mata, bibir merah yang merona terlihat lebih kenyal dan lembut. Maka tak heran, seorang wanita yang memiliki bibir merah alami selalu terlihat seksi dan menarik. Berikut adalah sepuluh rahasia bibir merah merona, seperti dilansir Wikihow.

1. Lakukan pengelupasan dengan gula. Cara ini tidak hanya akan melembutkan bibir Anda, tetapi juga membersihkannya secara menyeluruh.

2. Gunakan lip balm berkualitas baik. Oleskan lip balm atau petroleum jelly segera setelah melakukan pengelupasan, pada waktu tidur. Jangan lupa pula untuk selalu menggunakan lip balm dengan kandungan SPF untuk menghindari kerusakan akibat matahari.

3. Ambil sedikit madu dan petroleum jelly. Campurkan mereka secara bersama-sama. Gosokkan pada bibir Anda.

4. Setelah menyikat gigi di malam hari, gosok bibir Anda dengan handuk basah dengan lembut. Ini akan menenangkan bibir dan menghilangkan sel-sel mati.

5. Sikat bibir Anda dengan sikat gigi kering. Ini akan mengelupas sel-sel kulit mata pada bibir Anda.

6. Di pagi hari, gosok handuk basah di bibir Anda.

7. Minum banyak air. Bibir kering dan pecah-pecah merupakan dampak dari dehidrasi. Jadi, biasakan untuk minum air 8-10 gelas per hari.

8. Ambil irisan lemon dan taburi dengan sedikit gula di atasnya, lalu gosokkan pada bibir setiap hari. Gula adalah bahan terbaik untuk pengelupasan sel kulit mati dan lemon adalah pemutih alami yang membantu untuk meringankan sun tan atau bekas kecokelatan akibat paparan sinar matahari.

9. Jika bibir Anda alergi terhadap lipstik, Anda dapat menambahkan kuning telur dan madu ke dalam segelas air kelapa hijau dan meminumnya setiap hari.

10. Terapkan beberapa tetes minyak zaitun yang dicampur dengan madu dan gula pada bibir Anda. Pastikan bibir Anda bebas dari lipstik. Gosokkan ramuan itu pada bibir Anda dengan lembut dan kemudian membilasnya.

Inilah sepuluh rahasia bibir merah alami. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

10 Cara bikin rambut tetap lurus dan berkilau

Diposting oleh BilaCila di 21.48 0 komentar
10 Cara bikin rambut tetap lurus dan berkilau
Para wanita harus menggunakan produk rambut sesuai dengan kondisi rambut mereka. Sebagai contoh, jika Anda memiliki rambut ikal, kamu harus menggunakan minyak kelapa untuk menjaganya tetap berkilau dan mudah ditata. Demikian pula, wanita yang memiliki rambut lurus juga harus menggunakan produk rambut yang dapat mempertahankan kelurusan rambut mereka. Berikut adalah bahan alami yang dapat digunakan untuk memelihara kesehatan rambut, seperti dilansir Boldsky.

1. Teh

Teh dapat digunakan sebagai kondisioner rambut alami untuk menjaga rambut tetap lurus dan mengkilap.

2. Susu

Tuang susu dalam botol semprot rambut. Semprotkan susu pada rambut dan biarkan selama 30 menit. Bilas dengan shampo untuk mendapatkan rambut lurus dan berkilau alami.

3. Susu dan telur

Campurkan susu dan telur dan gunakan untuk masker rambut. Masker ini akan membuat rambut mengkilap, lurus, lembut dan mudah dikelola. Oleskan pada rambut dan biarkan kering. Bilas dengan shampo dan kondisioner untuk melihat perbedaannya.

4. Pisang dan pepaya

Masker rambut ini sangat efektif untuk menjaga rambut tetap lurus dan berkilau. Campur pisang dan pepaya, lalu tambahkan susu. Oleskan pada rambut dan biarkan selama 30-45 menit. Bilas dan blow dry.

5. Telur

Telur adalah kondisioner rambut alami yang dapat melembutkan rambut dan membuatnya tetap lurus. Oleskan telur pada rambut dan biarkan selama 30 menit. Bilas dengan air dingin dan tindak lanjuti dengan shampo.

6. Minyak zaitun

Produk perawatan rambut ini tersedia di toko atau swalayan manapun. Minyak zaitun dapat dicampur dengan telur untuk mendapatkan rambut lurus dan mudah dikelola secara alami.

7. Santan

Santan sering digunakan sebagai produk pelurusan rambut alami. Tambahkan beberapa tetes air lemon dan dinginkan selama 2 jam. Oleskan pada rambut, bungkus dengan handuk dan biarkan selama 30 menit. Gunakan shampo untuk membilas rambut.

8. Cuka

Cuka adalah produk perawatan rambut untuk menjaga rambut tetap lurus. Gunakan cuka untuk membilas rambut setelah keramas. Ini adalah cara alami untuk menjaga rambut tetap lurus dan mengkilap.

9. Yogurt

Yogurt adalah produk perawatan rambut yang membawa kelembutan pada rambut dan melawan rambut rontok dan ketombe. Campur yogurt dengan telur atau air lemon dan tambahkan beberapa tetes minyak kelapa untuk mendapatkan hasil terbaik.

10. Air lemon

Air lemon dapat dicampur dengan bahan perawatan rambut seperti yogurt, minyak kelapa, telur atau susu. Oleskan pada rambut dan biarkan kering selama 10 menit. Bilas dengan shampo.

Inilah sepuluh cara untuk merawat kesehatan rambut lurus Anda. Ingin rambut lurus Anda tetap berkilau dan sehat? Coba tips ini di rumah!

Tips Membuat Rambut Menjadi Lurus Secara Alami

Diposting oleh BilaCila di 21.25 0 komentar
Model gaya rambut lurus menjadi trend jaman sekarang, khususnya bagi para wanita disegala usia dan bidang pekerjaan. Bagi wanita yang memiliki rambut lurus alami akan terlihat begitu klasik, halus, lembut dan tidak kusut. Itulah alasan kenapa begitu banyak wanita yang terobsesi dan ingin sekali memiliki rambut lurus.

Banyak cara untuk membuat rambut menjadi lurus, seperti rebonding, smoothing dan catok misalnya. Namun, dengan cara modern seperti itu hanya akan merusak rambut karena menggunakan besi dan bahan kimia. Efek buruknya dikemudian hari adalah rambut akan mudah kering, bercabang dan pecah-pecah. Untuk itulah diperlukan beberap Cara Membuat Rambut Lurus Alami dengan menggunakan bahan bahan alami dari alam.


Cara Membuat Rambut Menjadi Lurus Secara Alami

Buat kamu yang memiliki rambut tebal dan susah diatur, serta rambut kriting dan frizzy yang menyita waktu untuk menatanya, dibawah ini ada beberapa Cara Membuat Rambut Lurus Alami. Sebelumnya, bagi kamu yang suka model rambut panjang, silahkan lihat lihat juga artikel yang memuat berbagai model rambut panjang terbaru.

Cara Meluruskan Rambut Dengan Bahan Alami

1. Pisang dan pepaya
Hancurkan pisang dan pepaya matang dalam mangkuk, tambahkan dua sendok madu, aduk rata. Oleskan pada rambut, biarkan hingga mengering. Bilas dengan menggunakan shampo dan air dingin. Rapikan rambut dengan sisir, jangan ikat atau tekuk rambut hingga rambut benar-benar kering. Untuk mendapatkan lurus secara alami, Anda dapat melakukan ritual ini dua kali seminggu.

2. Kelapa dan jeruk nipis
Ambil santan dalam mangkuk, campur dengan jeruk nipis. Aduk rata, simpan dalam lemari es hingga campuran berubah menjadi krim atau mengental. Letakan krim di rambut dan kepala. Bungkus dengan handuk panas, biarkan hingga satu jam, dan bilas hingga bersih. Lakukan tiga kali seminggu untuk rambut lurus alami.

3. Conditioner
Conditioner adalah salah satu produk perawatan rambut yang dapat membuat rambut menjadi lurus alami. Oleh karena itu, biasakanlah menggunakan conditioner setiap habis menggunakan sampo. Tak lupa, pijat lembut setiap helaian rambut untuk lebih merata.



Tips Catok
1. Bagi Anda yang sering menggunakan pencatok rambut, hindari pemakaian dengan cara menekan rambut kencang-kencang. Untuk hasil yang lurus tanpa terlihat kaku, biarkan hair straightener "meluncur" bebas. Terlalu sering menekan rambut dengan hair straightener bisa membuat rambut cepat rusak, karena terpapar panas berlebih.

2. Hindari rambut kusut dengan cara trimming atau memotong ujung-ujung rambut setiap 6-8 minggu sekali. Tak perlu takut rambut tidak bisa panjang, karena rambut tetap mengalami pertumbuhan setiap hari.

3. Agar tidak terkesan lepek, catok rambut dari akar. Sekitar 1cm dari akar, tekuk hair straightener ke arah bawah. Rambut pun akan terlihat bervolume dan natural.

4. Untuk mencegah rambut kekeringan akibat terlalu sering menggunakan alat catok, oleskan minyak zaitun sebagai pelembab alami.

5. Walau bisa cepat kering, memakai hairdryer dengan suhu tinggi justru bisa membuat rambut jadi kusut. Pilih suhu medium dan tuntaskan saat rambut masih sedikit lembab agar rambut tampil lurus alami.

Menipu Abu Nawas

Diposting oleh BilaCila di 00.47 0 komentar


Kisah Abu Nawas hadir kembali.
Kali ini tentang hebatnya tongkat yang dimiliki oleh Abu Nawas, padahal tongkat itu ia cari hanya di hutan seperti kebanyakan orang. Hal ini dilakukan Abu Nawas karena ingin mengerjai para pencuri yang telah terlebih dahulu mengerjai dirinya.

Kisahnya.
Krisis ekonomi yang sedang melanda negeri yang dipimpin oleh Raja Harun Ar-Rasyid, membuat seorang Abu Nawas mengalami kesulitan uang. Ia memutuskan untuk menjual keledai kesayangannya, padahal kendaraan itu miliknya satu-satunya.


Tak peduli siapapun orangnya, semua pun bisa terkena imbas dari krisis ekonomi, tak terkecuali Abu Nawas. Bahkan, demi menjaga asap dapur agar tetap bisa mengepul, dirinya harus rela menjual keledai kesayangannya walaupun sebenarnya ia tak tega untuk menjualnya.

Keesokan harinya, Abu Nawas membawa keledainya ke pasar. Namun, dari kejauhan Abu Nawas rupanya sedang diintai oleh sekelompok pencuri yang terdiri dari empat orang.

Mereka pun berencana untuk memperdaya Abu Nawas dengan beberapa strategi yang telah disusun. Ketika Abu Nawas sedang beristirahat di bawah pohon, salah seorang pencuri mendekatinya dan mengatakan kalau ingin membeli kambing yang akan dijualnya. Abu Nawas pun terkejut mendengar perkataan pencuri tersebut. Tapi, dirinya terus melanjutkan perjalanannya karena yakin bahwa yang dibawanya adalah seekor keledai, bukan seekor kambing.


Abu Nawas Tertipu.
Di tengah-tengah perjalanan, Abu Nawas pun kembali dihentikan oleh pencuri kedua dan ketiga. Keduanya pun tak berhasil meyakinkan Abu Nawas. Abu Nawas percaya diri bahwa yang hendak dijualnya adalah seekor keladai, bukan seekor kambing.

Walaupun mulai tampak ragu karena ada tiga orang yang menyebut keledainya dengan seekor kambing, Abu Nawas tetap melanjtukan perjalanan pergi ke pasar.
Sebelum sampai di pasar, Abu Nawas langsung didatangi oleh pencuri keempat. Dengan percaya diri, pencuri tersebut meyakinkan Abu Nawas untuk menjual kambing yang dibawanya.
"Ahaa...bagus sekali kambingmu," kata pencuri keempat percaya diri.
"Kau juga yakin kalau ini adalah kambing," tanya Abu Nawas.

Setelah bernegoisasi, Abu Nawas pun akhirnya menjual keledai yang dibawanya kepada pencuri keempat sebesar tiga dirham. Dengan perasaan bingung, Abu Nawas langsung pulang ke rumah karena mengetahui bahwa keledainya hanya dihargai tiga dirham saja.

Benar saja, sesampainya di rumah, Abu Nawas langsung dimarahi oleh istrinya karena telah menjual seekor keledai dengan harga yang murah, hanya tiga dirham saja. Abu Nawas pun menyadari kalau sudah diperdayai oleh komplotan pencuri yang menggoyahkan akal sehatnya.

Menipu Pencuri.
Akhirnya, terpikir oleh Abu Nawas untuk balik mengerjai komplotan pencuri tersebut. Abu Nawas pergi ke hutan mencari kayu untuk dijadikan sebuah tongkat yang nantinya bisa menghasilkan uang. Rencana Abu Nawas ternyata berjalan dengan lancar.

Tak lama kemudian, banyak orang mulai membicarakan keajaiban tongkat Abu Nawas. Dan berita itu akhirnya terdengar juga oleh komplotan pencuri yang telah menipu Abu Nawas dulu. Bahkan, mereka langsung tertarik karena melihat sendiri kesaktian tongkat tersebut. Cukup dengan mengacungkan tongkatnya saja, Abu Nawas terlihat makan di kedai tanpa membayar uang sepeserpun.

Para pencuri pun berfikir kalau tongkat itu bisa dibeli, maka tentu saja mereka akan cepat kaya. Setelah bernegoisasi yang cukup alot, akhirnya Abu Nawas menjual tongkatnya sebesar seratus dinar uang emas.

Setelah transaksi selesai, Abu Nawas pun segera melesat pulang sambi membawa uang dari hasil penjualan tongkat tersebut. Para pencuri itu segera mencari warung terdekat untuk membuktikan keajaiban tongkat itu. Seusai makan, mereka mengacungkan tongkat itu kepada pemilik kedai, yang tentu saja membuat pemilik kedai marah besar.

Keempat pencuri itu tidak terima, karena sebelumnya, Abu Nawas juga melakukan hal yang sama dengan mengacungkan tongkat saja.
Pemilik kedai pun menjelaskan bahwa sebelum makan di kedai miliknya, Abu Nawas telah menitipkan sejumlah uang kepadanya.
Kali ini Abu Nawas berhasil seratus persen mengelabui keempat pencuri itu.
Makanya sob, jangan suka menipu atau mencuri, nanti akan terkena balasannya loh seperti para pencuri yang ada dalam kisah ini. 


Abu Nawas dan Menteri yang Zalim

Diposting oleh BilaCila di 00.44 0 komentar


Di Negeri Baghdad dahulu kala ada seorang menteri yang dikenal sangat jahat perangainya, sehingga ditakuti warganya. Ia tidak bisa melihat perempuan cantik, terutama istri orang, pasti diambilnya. Apabila membeli suatu barang, ia tidak pernah mau membayar. Ihwal itu lama kelamaan sampai juga ke telinga Abu Nawas sehingga membuat hatinya panas. Maka Abu Nawas pun pasang niat tidak akan meninggalkan daerah itu sebelum sang menteri menghembuskan nafas terakhir alias mati.


Kemudian Abu Nawas berangkat ke tempat menteri itu tinggal dan sengaja menyewa rumah yang berdekatan untuk melakukan investigasi. Setelah beberapa hari bergaul dengan penduduk di situ, ia pun kenal dengan sang menteri dan bahkan bersahabat baik. Begitu baiknya pendekatan yang dilakukan sampai-sampai menteri itu tidak bisa mencium rencana busuk Abu Nawas. Abu Nawas boleh masuk dan keluar rumah itu dengan bebas, sehingga ia tidak menaruh curiga sama sekali kepadanya.


Di dalam rumah itu Abu Nawas melihat sebuah tiang gantungan yang digunakan untuk menggantung orang-orang yang bersalah kepada menteri itu. Cara menggantungnya pun dengan cara yang sadis, yaitu kaki di atas dan kepala di bawah. Dalam posisi demikian, orang itu dipukuli sampai mati.


“Dengan demikian memang betul berita-berta yang aku dengar tentang menteri ini,” pikir Abu Nawas. “Nantikanlah, aku pasti akan membalas.”
“Hai orang muda,” kata Abu Nawas, kepada seorang pemuda tampan yang sedang menggiringseekor lembu gemuk. “Apakah lembu itu akan dijual?” Pertemuan itu terjadi ketika Abu Nawas berjalan-jalan di sebuah sudut desa itu.
“Lembu ini tidak dijual,” jawab si pemuda, “Karena ini warisan bapak hamba.”
“Lebih baik lembu itu dijual saja,” Abu Nawas mencoba merayu. “Kalau laku dengan harga tinggi, kamu bisa berdagang sehingga uang itu menjadi banyak.”
“Betul juga kata Tuan,” jawab si pemuda setelah berpikir sejenak. “Namun untuk menjualnya hamba harus berkonsultasi dengan ibu di rumah, kalau ibu setuju boleh tuan membelinya.”
“Itu akan lebih baik,” Ujar Abu Nawas. Sementara anak muda itu pulang, Abu Nawas memeras otak, ia akan berusaha memanfaatkan ketampanan wajah anak muda itu untuk melaksanakan rencananya.


“Hai menteriku, tunggulah bagianmu kelak,” kata Abu Nawas dalam hati dengan perasaan geram.
“Ibu setuju menjual lembu ini,” kata pemuda itu kepada Abu Nawas, setelah keduanya bertemu lagi.
“Bagus,” kata Abu Nawas, “Tetapi sebenarnya bukan aku yang akan membeli lembumu, melainkan menteri yang zalim itu. Oleh karena itu berikan harga yang pasti, sesudah itu kita membuat perjanjian dan kamu yang akan melaksanakannnya. “Setuju?” Tanya Abu Nawas. “Setuju!” jawab si pemuda.


“Giringlah lembumu itu ke kebun, dan tunggulah aku di sana,” kata Abu Nawas. “Aku akan ke rumah menteri itu dan setelah itu aku menemuimu.”
“Hai menteri, ada seorang pemuda yang akan menjual seekor lembu gemuk,” kata Abu Nawas. “Jika Anda tertarik, silahkan anda beli dengan harga yang pantas, tidak mahal, mari kita ke kebun itu.”
“Berapa harganya?” tanya si menteri begitu sampai di kebun. Ia sangat tertarik dan ingin segera membelinya.
“Lima puluh dinar,” jawab si pemuda. “Boleh ditawar?” tanya si menteri. “Tidak bisa, karena lembu ini warisan bapak hamba,” jawab si pemuda.
“Baik, pasti kebayar harga itu,” ujar si menteri.


Maka disodorkan ujung tali pengikat lembu kepada menteri, namun ketika ditarik ternyata kosong. Rupanya diam-diam Abu Nawas telah melepas binatang itu, namun karena harga telah disepakati, pemuda itu meminta bayarannya.
“Mana lembunya?” tanya si menteri. “Masa hanya talinya? Aku tidak sudi membayar.”
Keduanya pun berbantah-bantahan dengan sengitnya. “Aku minta bayarannya,” kata si pemuda. “Kalau tidak mau bayar, kembalikan lembuku.”
“Apa yang mesti kubayar, dan apa yang harus kukembalikan,” kilah si menteri.
“Cuma tali yang kau berikan kepadaku … Nih, ambillah, aku tidak butuh tali.”
“Kerjamu memang cuma menipu dan menganiaya orang!” kata si pemuda lagi. “Kamu memang zalim, mau makan darah orang kecil.”


Si menteri tidak menggubris lagi perkataan itu, ia berjalan pulang kerumahnya. Sementar si anak muda hatinya sangat sedih, lembu hilang, uang melayang. “Barangkali memang itulah nasibku. Apa boleh buat,” keluhnya.
“Sudahkah kamu menerima pembayaran harga lembumu?” tanya Abu Nawas kepada anak muda pada malam harinya.
“Hamba diperdaya menteri itu,” jawab si pemuda dengan wajah nelangsa. “Lembu hilang, uang melayang.”
“Coba ceritakan kata Abu Nawas. “Aku kira jual beli berjalan lancar sehingga aku cepat-cepat pergi karena ada urusan lain.”



Maka diceritakanlah kejadian itu dengan nada mendongkol. “Sialan menteri itu,” ujar si pemuda.
“Oh begitu, kata Abu Nawas. “Jangan sedih, Insya Allah aku akan membantu.” Kemudian Abu Nawas minta si pemuda bersedia melaksanakan rencana yang telah disusunnya untuk membunuh si menteri zalim itu.


Keesokan harinya jam tujuh malam seorang wanita cantik berhenti di depan rumah si menteri zalim, ia tampak membuang sesuatu yang dicabut dari kakinya.
“Hai Adinda, dari mana gerangan asalmu?” tiba-tiba muncul suara dari sudut yang gelap. Suara itu ternyata milik menteri yang saat itu juga sedang berjalan-jalan di depan rumahnya. Hatinya amat girang begitu melihat wajah cantik yang tiba-tiba muncul di depan matanya.
“Hamba orang desa, tadi ketika berjalan bersama suami, kaki hamba tertusuk duri. Hamba terpaksa berhenti untuk menarik duri dari kaki, suami hamba tidak mau menunggu dan hamba ditinggal di sini. Hamba tidak tahu jalan pulang ke rumah,” kata si perempuan itu dengan penuh iba, lalu ia pun menangis.


“Jika Adinda mau, silahkan mampir ke rumah hamba sambil menunggu suami Adinda. Barangkali dia sekarang sedang mencari Adinda,” kata si menteri. “Jangan takut.”
“Hamba takut kepada istri dan pelayan-pelayan tuan,” kata perempuan muda itu.
“Kalau begitu, silahkan Adinda duduk di sini, Kanda akan menyuruh istri pergi ke rumah ibunya bersama pelayan-pelayan itu,” kata si menteri. Maka sang menteri pun tergopoh-gopoh masuk ke rumahnya.
“Hai Adinda, katanya, “Sekarang ini sebaiknya Adinda pergi ke rumah ibu karena sudah lama rasanya Adinda tidak kesana.” “Jika demikian kehendak Kakanda, baiklah hamba kesana,” jawab istri si menteri.
“Hai Adinda, kata si menteri kepada perempuan muda itu setelah rumah kosong. “Silahkan masuk ke rumah hamba, karena istri dan semua pelayan telah pergi.”
“Baiklah, katanya sambil mengikuti langkah si menteri. Di dalam rumah dilihatnya tali gantungan seperti yang diceritakan Abu Nawas. Menteri itu mendorong si perempuan muda ke kamar dan mengajak tidur, namun ia mencoba menolak sambil merajuk.
“Sebelum kita tidur, cobalah Kakanda bergantung sebentar pada tali itu,” rayunya. “Seumur hidup
hamba belum pernah melihat orang bergantung ditali.”
Karena terdorong oleh nafsu syahwat yang menggelora, permintaan itu dituruti si menteri. “Tolong
Adinda pegang tali gantungan ini kuat-kuat, jangan dilepaskan,” katanya.
Menteri itu kemudian memasukkan badannya kedalam tali gantungan, setelah itu si perempuan gadungan melepaskan tali yang dipegangnya sehingga badan si menteri menggantung dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah. Si perempuan pun mengeluarkan sebuah pentungan lalu memukul badan dan kepala si menteri zalim itu sambil berujar. “Hai menteri zalim, aku bukan perempuan, akulah pemilik lembu yang kau tipu, sekarang terimalah pembalasanku. Aku minta harga lembuku, ayo bayar… bayar” Bak – Bik – Buk… darah segar mengalir dari mulut, hidung dan telinga menteri itu, sehingga ia tidak sadarkan diri. “Mampuslah kau,” teriak si pemuda.
Mengira bahwa si menteri sudah mati, masuklah perempuan palsu itu ke dalam rumah, dan menjarah barang-barang yang ada, sesudah itu barulah ia pulang dengan menggondol harta kekayaan si menteri zalim.
Di tempat lain si istri menteri mendapat firasat buruk, hatinya berebar-debar keras. “Ada apa gerangan di rumahku?” pikirnya dalam hati, maka dengan bergegas pulanglah ia ke rumah.
Setiba di rumah ia menjerit-jerit histeris lantaran dilihatnya suaminya tergantung pingsan dengan kepala berdarah dan harta bendanya ludes. Ketika tali gantungan dilepas, ternyata suaminya masihbernafas, meski terengah-engah. Kemudian dipercikkan air mawar ke sekujur tubuhnya dan kepala menteri hingga siuman dan membuka matanya.
“Ya Kakanda……” ucap si istri sambil menangis meratapi nasib suaminya. “Kenapa Kanda bisa begini?”
Si menteri tidak bisa segera menjawab pertanyaan itu, tapi lambat laun setelah kesadarannya mulai pulih ia pun bisa menceritakan semua yang dialaminya. Setelah itu ia jatuh sakit.
Abu Nawas khawatir demi mendengar kabar itu, buru-buru ditemui si anak muda itu di rumahnya.
“Mengapa tidak kamu matikan dia?” tanya Abu Nawas. “Bukankah aku sudah pesan, jangan kamu tinggal sebelum dia mati. Sekarang sebaiknya kamu tambah penyakit menteri itu supaya mati.
“Bagaimana caranya?” tanya si pemuda, ia tidak kalah khawatir dengan Abu Nawas.
“Berpura-puralah menjadi dukun, karena saat ini menteri itu sedang mencari dukun, kata Abu Nawas.
“Selanjutnya usahakan dengan caramu sendiri agar rumah itu kosong, dan setelah kosong pukulilah menteri itu sampai mati, sebelum mati, jangan kamu tinggalkan dia.”
Esok harinya datanglah seorang kakek tua bertongkat ke rumah menteri itu, ia memakai jubah panjang dan serban putih dengan langkah terbungkuk-bungkuk.
“Tuan, tanya seorang pelayan menteri itu, siapakah tuan ini?
“Aku ini dukun,” jawabnya, “Kenapa kamu menyapa aku di tengah jalan seperti ini, tidak sopan berbuat seperti itu kepada orang tua.”
“Maaf,” kata si pelayan, “Hamba pelayan menteri, beliau saat ini sedang sakit dan perlu dukun, jika tuan suka, silahkan masuk ke rumahnya.” “Ya tuan dukun, obatilah hamba ini,” kata si menteri itu setelah dukun palsu itu duduk di samping pembaringannya. “Hamba sakit…” lama-kelamaan suaranya hilang.
“Moga-moga hamba bisa mengobati tuan,” jawab si dukun. “Tapi bisakah pelayan-pelayan itu disuruh mencari daun kayu lengkap dengan akarnya. Daun itu memang sulit dicari tetapi banyak gunanya untuk penyembuhan tuan.”
Menteri itu kemudian menyuruh tiga orang pelayan untuk memenuhi permintaan dukun. Tak lama kemudian dukun itu berkata lagi, “Maaf, hamba lupa, adalagi daun kayu yang lain yang hamba butuhkan. Tolong pelayan yang lain disuruh mencari.” Maka menteri itu pun menyuruh pelayan lainnyasehingga rumah itu kosong karena anak dan istri menteri itu sabelumnya sudah pergi ke luar rumah.
Setelah yakin bahwa rumah itu kosong, diambil sebuah pentungan dan dipukulnya sekujur badan menteri itu sampai babak belur dan mengeluarkan darah dari hidung, telinga dan mulunya. “Hai menteri, aku bukan dukun, tapi pemilik lembu yang kamu tipu. Mana bayaranmu!” katanya.
Menteri itu pingsan dan tidak bernafas lagi. Dikiranya si menteri sudah mati, cepat-cepat dukun itu pergi, karena khawatir para pelayan itu segera kembali. “Puas hatiku karena menteri itu sudah mati,” pikir si dukun palsu.
Kira-kira satu jam kemudian para pelayan itu kembali dengan tangan hampa diikuti oleh istri menteri. Mereka cemas melihat tuannya tergeletak dan dukun itu tidak ada lagi. Lalu istri menteri itu menyiram badan suaminya dengan air mawar yang diminumkan seteguk ke mulutnya. Tak lama kemudian menteri itu sadar namun belum bisa bicara.
“Ya istriku, orang itu bukan dukun, tetapi yang punya lembu itu juga,” kata si menteri setelah sadar. “Panggil orang-orang alim dan kabarkan kepada mereka bahwa aku sudah mati. Masukkan badanku ke dalam keranda bersama sekerat batang pisang yang dibungkus kain putih sebagaimana mayat laiknya. Tetapi yang dimasukkan ke liang lahat nanti adalah batang pisang tadi, sedang badanku tetap dalam keranda dan dibawa pulang kembali. Dengan demikian orang yang punya lembu itu tidak akan datang lagi kemari. Kapan-kapan bila aku sembuh akan kucari orang itu untuk membuat perhitungan terakhir.”
Semua pesan itu dikerjakan oleh istri menteri itu dengan baik. Tetap dasar Abu Nawas, ia berhasil mencium akal busuk itu. Maka ditemuinya si pemilik lembu. “Kenapa tidak kamu pukul sampai mati menteri itu?” bertanya Abu Nawas.
“Orang itu sudah mati,” kata si pemuda. “Ia tidak bergerak dan tidak bernafas lagi, karena darah keluar dari hidung dan telinganya.”
“Saat ini menteri itu masih hidup tapi pura-pura mati,” kata Abu Nawas. Lalu diceritakannya rencana menteri tadi dan rencananya sendiri agar menteri itu benar-benart mati, sebab jika ia masih hidup juga aku tidak dapat menjamin nasibmu kelak,”
“Hai saudara, maukan Anda aku bayar untuk menaiki kuda yang cepat larinya?” kata Abu Nawas kepada seorang joki yang berbadan tinggi tegap, dekatilah kuburan menteri itu, jika jenazah sudah sampai ke liang kubur, berteriaklah keras-keras, “Akulah pemilik lembu”, kemudian paculah kudamu sekencang-kencangnya. “Setuju?” “Nah, ini uangnya, pergilah.”
Esok harinya iring-iringan jenazah menteri itu berangkat dari rumah lengkat dengan orang besar, orang alim, sanak keluarga, dan sahabat almarhum. Begitu sampai dekat liang lahat, terdengar teriakan “Akulah pemilik lembu”.
Suasana di kuburan menjadi kacau, karena para pelayat kemudian berlarian ingin mengejar orang yang berteriak tadi. Namun apa lacur, orang yang dikejar sudah kabur dengan kudanya, sementara keranda tinggal tidak terurus. Pada saat itulah si pemuda pemilik lembu yang sebenarnya muncul.
Rupanya ia ikut dalam barisan pelayat. “Hai menteri, akulah pemilik lembu yang kamu tipu, sekarang saatnya kamu harus membayar lunas utangmu. Tidak akan kubiarkan nyawamu tetap bersarang di badanmu.” Lalu di pukulnya menteri itu sekuat tenaga hingga benar-benar mati. Setelah itu ia pulang ke rumah.
Akan halnya joki tadi, akhirnya ia terkejar dan tertangkap dan kemudian dibawa ke kuburan menteri.
Upacara pemakaman yang tadinya hanya pura-pura menjadi upacara sungguhan karena menteri yang diusung di dalam keranda itu benar-benar mati, badannya hancur dan tidak bernafas lagi tanpa diketahui siapa pelakunya. Hal itu mengagetkan seluruh pelayat.
Setelah itu orang-orang pulang ke rumah masing-masing dengan hati masygul dan heran. Sedangkan si joki dibawa oleh anak-anak menteri kerumahnya. “Apa sebab kamu berteriak dan mengaku sebagai orang yang punya lembu?” tanya mereka.


“Aku tidak tahu sebabnya, aku hanya diupah untuk berteriak seperti itu,” jawab si joki.
“Siapa yang mengupah kamu?” Tanya anak-anak meteri. “Abu Nawas,” jawab si joki.
“Hai Abu Nawas,” kata anak menteri setelah menemukan Abu Nawas, kenapa kamu mengupah untuk berteriak seperti itu dan menganiaya bapakku?”
“Menganiaya bapakmu?” Abu Nawas balik bertanya. “Bertanyalah yang benar.”
“Engkau suruh orang itu berteriak mengaku sebagai orang yang punya lembu, maka kami kejar dia, karena yang menyebabkan bapakku sakit tiada lain adalah orang yang punya lembu, bukan dari Allah.


“Oh begitu,” kata Abu Nawas sambil senyum kecil. “Jadi kamu tidak tahu bahwa orang yang punya lembu itu sudah ditakdirkan Allah untuk berbuat demikian karena bapakmu terlalu zalim, penipu, penganiaya, pengisap darah orang kecil, dan sebagainya. Rasanya tidak usah diperpanjang masalah ini, yang akan membuatmu malu besar, lebih baik kamu doakan saja agar bapakmu diampuni Allah.”


Anak menteri itu terdiam, sebab ia tahu semua perbuatan bapaknya. “Barangkali memang demikian takdir bapakku,” pikirnya dalam hati sambil berjalan pulang ke rumah.
Warga kota itu – termasuk orang yang punya lembu – merasa senang dan tenang hatinya karena tidak ada lagi orang yang akan berbuat zalim.


Sedangkan Abu Nawas segera kembali ke rumahnya. “Niatku sudah terlaksana,” pikirnya. “Siapa tahubarangkali Khalifah Harun Al-Rasyid sedang menanti kedatanganku ke istana beliau, lagi pula aku juga sudah sangat rindu kepada Baginda Sultan.”


Abu Nawas Tidak Berdusta

Diposting oleh BilaCila di 00.36 0 komentar



Kisah Abu Nawas nongol lagi.
Kali ini tentang benarnya ucapan Abu Nawas yang diakui sendiri oleh raja Harun Ar Rasyid.
Baca kisahnya ya dan jangan lupa beri semangat kepada blog ini agar bisa menyajikan yang lebih baik.

Kisahnya.
Pada suatu waktu, ketika Raja Harun Ar Rasyid sedang menunaikan ibadah haji, tiba-tiba saja dia teringat akan Abu Nawas pada saat memasuki kota Kuffah.
Untuk memenuhi rasa kangennya, Baginda raja menyuruh para pengawalnya untuk mencari Abu Nawas sekaligus menghadapkan ke hadapannya.
Raja berpesan, nanti kalau sudah bertemu, tolong Abu Nawas diberi pakaian berwarna hitam dan celanan panjang yang nantinya diletakkan di atas kepala Abu Nawas.

Para pengawal bergegas melaksanakan perintah itu meskipun mereka berfikir bahwa ini adalah suatu permintaan yang aneh sekali.
Setelah mencari ke segala penjuru kota, akhirnya Abu Nawas bisa ditemukan juga. Tak berapa lama kemudian Abu Nawas datang juga dengan pakaian hitam dan celanan panjang yang ditaruh di atas kepalanya.

Setelah ada di hadapan raja, Abu Nawas berkata,
"Wahai Baginda, Amirul Mukminin, aku memohon kepada Allah SWT semoga Allah memberikan rezeki dan melapangkan anugerahNya kepada Tuanku," kata Abu Nawas.
"Ya, terima kasih, Amiin..." jawab Raja Harun Ar Rasyid.

Setelah kejadian itu, Raja Harun Ar Rasyid pergi meninggalkan kota Kuffah dan melanjutkan perjalanan. Banyak penduduk Kuffah yang terheran-heran dengan tingkah laku Abu Nawas itu. Dia malah mendoakan sang raja sambil menaruh celanan panjang di atas kepalanya.

"Wahai Abu Nawas, begitukah caranya engkau mendoakan Amirul Mukminin," tanya beberapa warga yang melihat kejadian itu.
"Diamlah wahai semua, Celakalah semua, tidak ada yang lebih disukai oleh Amirul Mukminin kecuali harta dan uang," jawab Abu Nawas dengan santainya.
Abu Nawas segera berlalu dari tempat itu.

Karena ada yang iri atau entah mencari muka di hadapan raja, maka ada salah seorang yang melaporkan kejadian itu tentang ucapan Abu Nawas yang mengatakan bahwa rajanya menyukai harta dan uang.
Betapa terkejutnya si pelapor ini dengan jawaban yang diucapkan oleh raja mereka.
"Demi Allah, ia tidak berdusta, Abu Nawas berkata benar,"
Si pelapor menjadi malu karena kejadian ini. 

 

Tutorial Seru Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting